Musim penghujan sudah tiba, waspadalah dengan bahaya demam berdarah ( DBD ) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Dan jangan lupa harus menjaga kebersihan dengan melaksanakan pemberihan lingkungan, menanam kaleng bekas dan menguras bak air serta melaksanakan pengasapan.
Terutama daerah yang rawan banjir seperti Jakarta, Bekasi dan Tangerang, dengan datangnya musim penghujan ini akan mengakibatkan banyaknya genangan air,dan sampah-sampah yang menjadi sarang nyamuk.
Untuk itu kita harus menjaga kebersihak lingkungan masing- masing di mulai dari lingkungan kita sendiri, lingkungan RT / RW dan seterusnya .
Penderita demam berdarah terutama pada anak rawan mengalami gangguan keseimbangan cairan dan bisa berakibat fatal yaitu terjadinya sindroma shock
( renjatan ) yang berujung pada kematian.
Sindroma shock biasanya terjadi pada hari ketiga atau keempat sejak terjadinya demam.
Infeksi virus dengue bisa menimbulkan perembesan plasma sehingga cairan akan memenuhi rongga sekitar jantung, paru- paru dan perut sehingga terjadi pembengkakan. Dan tubuh mengalami kekurangan cairan. Infeksi dengue yang tidak menimbulkan perembesan plasma disebut dengan demam dengue dan jenis ini tergolong jenis yang relatif ringan dan tidak mengancam jiwa.
Tanda- tanda shock yang perlu diperhatikan adalah pasien gelisah, terjadi penurunan kesadaran yang ditandai pasien tampak ngantuk dan ingin tidur terus, tidak nafsu makan, sakit perut dan jarang bauang air kecil.
Jika shock terjadi berkepanjangan tanpa ada tindakan medis, bisa berakibat kematian, untuk mencegah terjadinya shock pederita DBD harus diberikan cukup cairan baik melalui mulut atau di minum ataupun dengan infus.
Sumber :
Kompas.com

Posting Komentar